Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

February 18, 2016

Dia yang Seperti Dilannya Pidi Baiq.

Hari ini selesai aku baca buku Dilan-nya Pidi Baiq.
Penulis yang jujur. Paling tidak itu yang kupikirkan setelah dua kali membacanya, di Jakarta juga di Manila. Itu kulakukan karena awalnya aku lebih dahulu membaca buku kedua, baru buku pertamanya. Dan kali ini aku memulai dengan sebaliknya.

Milea beruntung sekali pernah merasa sangat menjadi perempuan teristimewa, walau sebentar. Hanya hitungan tak lebih setahun. Yah. Paling tidak ia tahu, pernah ada lelaki yang begitu tinggi cita rasanya pula cinta rasanya untuknya. Ada pernah kudengar, itu kisah nyata. Tapi tak kucari pembenaran itu. Tak penting. Yang kutahu, cerita dan seluruh perwatakan tokohnya nyata. Dan membius. Tidak mematikan. Gelora masa remaja yang tidak akan pernah menjemukan, bagi yang merasakan. Kuyakin kalian setuju jika kalian pernah membacanya. Bagaimana tidak, kisah pemuda berseragam mana yang bisa menyerupai jalan cerita mereka--Dilan juga Milea?

Mungkin ada Ratna dan Galih, itu pun cuma romansa, tidak lebih. Mungkin karena tidak dieksplor detilnya, mungkin. Dan dikenal juga diingat karena abadi lewat lagu yang ditembangkan penyanyi legenda Indonesia, Chrisye.

Atau Cinta dan Rangga, hm, mereka menarik, tapi aku lebih suka Dilan. Ya, Rangga keren dengan segala tingkahnya. Penyair yang karismatik, mata yang tajam, otak yang penuh dengan segala pemahamannya dari buku-buku yang dibacanya, teguh pendirian, dan caranya menjatuhkan hati Cinta hingga dalam entah ke mana pun--tidak biasa dan jitu. Rangga, pemuda SMA yang tak biasa dan menarik. Kau tahu kenapa kugunakan kata menarik? Sebab menarik petanda tak akan menjemukan. Dan ya, sekarang akan ada versi kisah barunya. Tim produksi film-aku lupa nama rumah produksinya- sedang sibuk menyelesaikan film versi lanjutannya, Ada Apa Dengan Cinta. Semoga tak berbeda judul (karena sejauh yang kutahu mereka hanya menambahkan angka 2 pada judul versi pertama). Dan pasti, bukan aku sendiri yang berharap kisah selanjutnya nanti akan lebih berkesan. Ya, paling tidak harus sekeren versi pertama. Kutunggu.

Tapi menarik, ya kata menarik untuk itu film. Tapi, ah, Dilannya Pidi Baiq lebih menarik. Dan, ah, Dilannya Pidi Baiq ini bingung juga aku mau berekspresi. Menggemaskan dan menghanyutkan! Mungkin kalian bisa bilang aku berlebihan. Terserah. Kita punya pandangan berbeda karena manusia harus berbeda, dan berbeda itu baik juga keren, toh?! ;-)

Dan ya, Dilannya Pidi Baiq ini menggemaskan dan menghanyutkan! Pidi Baiq, semoga aku tidak akan bertemu lagi dengan lelaki seperti Dilan!

Ya, lagi. Jelas bukan persis di dalam kedua bukunya. Berbeda tentu. Tapi ya aku seakan Milea, yang jatuh sedalam-dalamnya hingga ke dasar. Bukan di sekolah, dan tidak semenarik pertemuan Dilan juga Milea di jalan Milea di Bandung. Tak selama dan tak setragis akhir kisah Milea juga Dilan yang ada di dalam kedua buku itu.

Aku mungkin tidak melewati waktu juga posisi yang sama dengan Milea. Lebih sederhana, namun rumit pada hubungannya. Dan hubungan yang rumit itu biasa. Lumrah. Wajar. Wajar karena sudah berkali-kali kualami. Senang rasanya bisa mengalami semua itu. Remajaku-hidupku hidup. Walau sekarang aku juga tidak yakin penuh aku hidup untuk hidup. Untuk menjadi manusia yang dimanusiakan. Tapi biarlah, belum masanya aku mati, aku hanya belajar untuk hidup untuk mati. Toh semua manusia juga begitu, 'kan ? Jika tidak, biarlah, bukan urusanku.

Mungkin bisa dikata saat itu aku bukan lagi remaja, lebih tepatnya transisi menjadi manusia dewas--walau aku tak pernah setuju bahwa dewasa itu ada, hanya istilah untuk manusia yang di atas usia 17 atau 18 untuk di luar negeri. Sikap, pemikiran, kebiasaan dapat terlakukan dengan sewajarnya. Maka dari itu, aku tak pernah menuntut seseorang untuk bersikap demikian (dewasa). Sebab bagiku, manusia-normal, bersikap dan berpikirlah sesuai usianya saja. Lebih atau aneh, silakan, itu seru dan tidak buruk. Karena, lagi, buruk pula baik hanya istilah dibuat oleh kita, manusia. Iya, tidak? Jika tidak, tak apa. Bukan urusanku.

Ah, Dilannya Pidi Baiq ini benar-benar menggemaskan dan menghanyutkan. Tidak jarang aku terhempas ketika membacanya. Sederhana sekali sehingga kau tidak terhambat menyelam untuk lebih merasakan cerita juga plot-plot di dalamnya. Menyebalkan!
Milea, siapapun kau, berterima-kasihlah dan terima kasih kuucapkan. Pada dia si Dilan yang kasihnya kau teguk dalam. Pada Pidi Baiq yang mewakilimu untuk bersuara tanpa bunyi. Yang sehingga, mungkin saat ini sudah dan semakin banyak wanita akan lebih bijaksana dalam menjadi diri sebagai seorang perempuan.

Dan kau Dilannya Pidi Baiq, terima kasih pernah ada untuk Milea dan selalulah keren. Entah kalian hanya penokohan, entah nyatanya kalian hidup, ini meyakinkanku bahwa adanya kalian itu adalah Pencipta yang keren sekali. Entah Pidi Baiq, entah Pencipta, tak kuambil pusing. Yang tentu, kalian menggemaskan dan menghanyutkan!

Karena itu aku, malam ini di rumah temanku yang sedang kujaga karena sedang sakit, duduk menulis semua ini agar sedikit tersalurkan rasa gemas yang menghanyutkanku pada lelaki yang ah, jiwanya persis seperti Dilan. Kelahiran Bogor dan keberadaannya entah di mana kini jelas aku tak tahu. Dan aku butuh tahu, jujur saja. Sempat kupikir, apakah lelaki sunda selalu menyebalkan seperti Dilan, Pidi Baiq? Kalian selalu menggiurkan berkat segala yang kalian punya. Tolong untuk tidak berpikir negatif dengan diksi yang kugunakan. Tapi kalau demikian, terserah. Tak soal buatku.

Dia yang seperti Dilan, hanya sebentar mampir di hidupku yang kemarin. Tidak lama, tidak membosankan. Jujur, aku mau lagi. Ketagihan. Aku butuh. Juga rindu. Sangat dalam.
Beruntung sekali kau Milea, bisa "move on" dan melaju. Aku iri. Dan di sofa tempat aku duduk kini, menghadap ke lautan entah apa namanya- apartemen temanku di lantai dua puluh lima, wajar aku bisa melihat laut- kurasakan sepi yang entah kapan ujungnya aku temui.

Dia yang seperti Dilan, seperti belum terselesaikan saja. Dan ah, biar menjadi kenangan. Biarlah belum bisa "move on", tak apa, belum waktuku. Biarlah  aku bebas merindukan dia yang seperti Dilan.

Dan, kau yang seperti Dilan, baik-baiklah di sana. Jangan larang aku merindukanmu. Jangan larang aku mendoakanmu.
Terimalah kasihku.
Terima kasih. :'( :-)

Makati, Friday, 19 February 2016.

Catatan: tulisan ini bukan "review" dari buku Pidi Baiq, percayalah ini hanya racauan saya semata setelah menghabiskan buku beliau tentang Milea dan Dilan benar-benar menggemaskan dan menghanyutkan! Jangan ikit meracau jika kau tak suka tulisanku. 😁

April 09, 2012

All About West Borneo's Culinary!


Yang doyan sama makanan Kal-Bar, masuk bro-sis!

Uhuy! Hari ini lagi ngidam balik kampong oiiiii! Lagi kangen banget sama masakan rumah dan masakan-masakan khas daerah kelahiran. Huhuhu. Susah banget cari makanan Kalbar di Jakarta cuy! Adanya cuma picture di mbah google. So, buat ngilangin rasa kangen sama makanan rumah, gw lebih milih share sama temen-temen sekalian apa aja sih makanan khas ranah west borneo? Mau tahu, mari baca dan simak! Jangan ngiler yak!

1. Bubur Pedas
Bubur Pedas penyajian komplit
Hm... Ini makanan khas Kalbar yang paling sering saya idam-idamkan! Bubur Pedas diolah dari campuran beberapa sayuran hijau. Konon, ibu-ibu jaman dahulu memasukkan empat puluh jenis sayuran untuk membuat masakan ini. Maklum, hal ini berkat alam di daerah kami terlalu banyak menawarkan hasil alam yang layak diolah dan disantap oleh insannya. Beberapa sayuran itu antara lain; rebung, daun kunyit, miding, kangkung, kacang panjang, dll. Dari sekian banyak sayur, daun kesum merupakan jenis sayuran yang harus dan wajib ada! Wangi daunnya adalah unsur yang mencirikan bubur yang berwarna hijau pekat ini. Sayangnya, tidak semua daerah bisa ditanami daun kesum. Namun, banyak orang mengakali dengan mengeringkan daunnya yang sudah dicincang kecil-kecil untuk dapat digunakan beberapa kali dalam waktu lama dan jauh dari sumbernya.

2. Mie Tiaw
mie tiaw "asu"
Nah, kalau yang ini bahan dasarnya mie besar putih! Enaknya di Kalbar itu banyak warga tionghoa yang memproduksi mie ini di mana-mana. Bahannya bagus, jadi pas dimasak makin yahud! Apalagi yang masak "asu" (bahasa cina singkawang) alias paman dalam bahasa indonesia, hm, mereka punya resep leluhur turunannya yang mantab dalam menyajikan mie tiaw untuk pembeli. Nggak munafik, masakan si asu lebih enak daripade masakan mie tiaw ibu gw di rumah!

3. Pisang Goreng
pisang goreng singkawang

Mungkin banyak orang yang bilang, "apa sih, pisang goreng doang kok didemenin?!" Hahaha, wajar bicara begitu. Memang makanan ini berbahan dasar pisang kepok, tapi cara memasaknya yang membedakan pisang goreng dari daerah lain. Tetap kriuk, bentuknya bagus dan krispi!!!

4. Choi Pan atau biasa disebut Chi Po Pan
Choi Pan /  Chi Pho Pan

Choi Pan
Nah, kalau ini cara pembuatannya seperti masak siomay bandung atau dim sum korea. Isinya bengkoang parut dan di atasnya ditaburi bawang putih yang ditumis minyak sayur. Makannya pake sambel cabe yang pedes banget! Ciri khas singkawang banget dah pedesnya. Yummi! Sering jadi temen berbuka puasa warga singkawang di bulan Ramadhan. Salah satu kue favorit saya! #mupeng

5. Bakpao
Bakpao isi daging
Bakpao













Seperti bakpao biasanya, bahannya terigu dan biasanya diisi dengan berbagai macam bahan. Ada yang daging ayam, kacang ijo, dll. Enak kalau asli warga tionghoa yang masak!

6. Kue Bingke
Kue Bingke
Bingke yang sedang dimasak


Kue ini bahan dasarnya telur, itu mengapa terkadang amis telur sangat menyengat jika kita memakannya. Banyak rasa yang ditawarkan oleh pembuat bingke untuk peminatnya antara lain; kentang, keju, susu, ubi dll. Yang tentu, semuanya enak enak enak!!! Hahaha.

7. Bakso
Bakso Singkawang
Sebenarnya di mana pun memakan makanan ini intinya sama. Rasa daging yang digumpal bulat-bulat itu yang paling dicari oleh penikmat bakso. Tetapi, entah mengapa bakso di Singkawang itu lebih menggugah selera, baik dari harum bumbunya, baik dari kaldu dan bau pedas yang acap mendampingi sajian daging bulat kecil ini.

8. Sayur Miding
Sayur Miding Tumis

Sayuran sejenis pakis yang banyak mengandung lendir. Biasanya ditumis bumbu belacan alias terasi pedas atau sekedar dimasak santan. Sayur miding banyak tumbuh di hutan dan rawa-rawa Kalbar.

9. Kerang dan Kepiting serta hasil laut lainnya.

Nah, kalau seafood memang sajian khas dan paling banyak disenangi orang dari daerah kami. Selain banyak vitamin dan protein, jenisnya beraneka ragam dan tentunya nikmat! Liat aja pictnya, mantab kan! #mupenglagi


Selain makanan, ada buah yang sering sekali mengganggu hasrat saya untuk pulang kampung. Nih...buah yang paling sering buat saya kangen rumah!

- Durian
Durian Lokal Singkawang / Pontianak













Kalau lagi musim dan "mbanjir" harga durian di kota kami memang memungkinkan jatuh. Buah-buah durian ini hasil panen dari kebun-kebun pedalaman di daerah kalimantan. Petani durian biasanya tinggal di daerah "atas", ketika musimnya mereka akan menurunkan hasil panen hingga membludak. Itu mengapa tak aneh jika dijual murah dan dibeli dengan jumlah "bejibun" alias buanyak! Rasa manis dan lemak asli lokalnya kerap membuat penikmat durian merasa durian montong yang ada di kota-kota lain bukan buah durian asli!

- Rambai
Rambai









Buah yang punya kulit dan isi manis-manis asem ini banyak terdapat di hutan Kalbar. Kulit buah ini sering dijadikan manisan, loh.. tapi tetap aja asemnya ngikut, jadi rasanya segar waktu dimakan.

- Tampoi
Tampoi










Mirip buah manggis, tapi warna kulitnya coklat dan bijinya lebih licin tidak bayak serat.

- Cempedak
Cempedak










Buah sederhana yang bentuknya mirip dengan buah nangka ini biasanya dijual murah di pasaran. Manis dan berwarna kuning jika benar-benar matang. Biasanya digoreng dengan bahan terigu untuk dijadikan camilan. Yummi!


Sementara itu dulu buah khas kalbar yang biasa ngangenin anak rantau seperti saya. Masih banyak buah-buahan lain, tapi berhubung nggak ada gambarnya, saya nggak bisa share...

Selain makanan dan buah yang ada di atas, Singkawang juga selalu punya rujak yang yummi banget dan banyak digemari orang.

Rujak Buah "Juhi"

Warung Juhi belakang Puskesmas Singkawang















Hm, masih banyak makanan yang belum saya share, nanti kalau sudah dapat sumber pict-nya, pasti ditambah! Ok! Thanks all!


April 04, 2012

Film Kartun dengan Pesan Cinta Bumi!

Hei, gimana kabarnya semua? Semoga tetap sehat selalu ya.. Btw, Earth Hour kemaren pada matiin lampu ga??? Gw jujur ga, tapi justru lampu kosan gw jatoh mulu alias ngejeplak.. hehehe. Ngomongin Earth Hour, pastinya kalian mikir bahwa kita sebagai manusia wajib menjaga lingkungan di bumi tempat kita tinggal sampai nanti ajal datang dong... Iya kan.. Iyalah.. #gaje.

Bagi yang selalu menjaga lingkungan tempat tinggal dan di mana pun, jangan pernah berhenti untuk melakukannya ya.. Bagi yang belum, yuk kita bareng-bareng saling memperhatikan lingkungan sekitar kita. Sayang kan kalo bumi hancur karena ulah klasik kita yang nggak menghargai anugrah Tuhan dengan nggak peduli lingkungan. Beda cerita ya bro sama kiamat.. Hehehe.

Nah, kenapa gw ngomongin EH (Earth Hour)? Karena setelah ini gw mau menyajikan beberapa film kartun yang mengingatkan kita pada kecintaan bumi! Film apa aja sih? Penasaran? Simak yang di bawah ini! ^^

1. Finding Nemo









Film kartun ini bercerita tentang perjalanan seorang Ayah ikan badut dalam mencari anaknya, Nemo, yang tertangkap penyelam. Film ini memberi pesan ke kita bahwa nggak boleh sembarangan mengambil ikan dari laut, apalagi yang jenisnya langka. Karena selain kasihan si ikan akan terpisah dari kelompoknya, juga bisa menyebabkan spesies ikan tersebut lama-lama jadi punah.


2. Over The Hedge 
 

Dalam film ini, kita diperlihatkan tentang akibat dari populasi manusia yang semakin luas, dan akhirnya menjarah tempat tinggal para hewan. Tokoh-tokoh di film kartun ini adalah sekelompok hewan yang tadinya hidup damai di hutan. Tapi, kemudian mereka harus berjuang bertahan hidup ketika manusia mulai membangun perumahan di sekitar hutan mereka.

3. Happy Feet


Apa jadinya kalau ikan-ikan di laut semakin sedikit karena terus ditangkap nelayan? Tentu saja hewan-hewan pemakan ikan akan kelaparan, termasuk para penguin di Antartika. Demi menyelamatkan kelompoknya, seorang penguin bernama Mumble berenang mengikuti kapal nelayan, untuk mencegah tindakan mereka terus mengambil ikan. Eh, bukannya mendengar keluhan si penguin, para manusia malah menangkapnya dan memasukkannya ke kebun binatang.

4. Battle for terra


Film animasi ini bercerita tentang planet yang mirip bumi, yang didiami oleh bangsa terra. disaat yang sama bumi mulai terncam dengan kepunahan sumber daya alam. beberapa astronot menemukan kemiripan antara terra dengan bumi sehingga berusaha untuk melakukan penyerangan untuk mengambil alih planet terra.

Film ini menunjukan betapa manusia itu egois, serakah dan mementingkan kepentingan sendiri tanpa menghiraukan apa yang ada disekitarnya. walau demikian film ini mengajarkan tentang persahabatan, kegigihan untunk mempertahankan sesuatu yang telah dimiliki.

5. Ice Age


Ketika Anda mendengar kata-kata Ice Age, apa yang terlintas di benak anda? Sebagian besar pasti mengingat sebuah film kartun 3 dimensi yang mengisahkan petualangan seekor mammoth bernama Manfred, seekor kukang bernama Sid, dan seekor harimau gigi pedang bernama Diego di kawasan yang dipenuhi es tebal. Yaitu Ice Age, sebuah periode di masa lalu, di mana hampir seluruh daratan di belahan bumi utara diliputi es teba dan kisah mereka yang harus bertahan hidup dari keahatan manusia(ice age 1) dan melelehnya es di kutub (ice age 2).

6. Doraemon di Kerajaan Awan


Nobita dan teman-temannya bertemu penghuni awan yaitu manusia langit, pada malam harinya mereka menginap di awan itu, mereka dikurung oleh manusia langit. Ternyata manusia langit punya rencana untuk menghancurkan bumi, karena banyak manusia yang ingin merusak bumi. Doraemon yang telah rusak ditolong oleh kibo, perdana menteri planet tanaman dan manusia di beri kesempatan sekali lagi untuk tinggal dibumi dengan syarat bumi harus dirawat oleh nobita dan doraemo dan seluruh manusia di bumi dengan baik.

7. NOBITA & THE GREEN GIANT LEGEND


Suatu hari makhluk dari Planet Hijau ingin menghancurkan bumi, karena manusia bumi dianggap telah berbuat kejam pada alam. Doraemon, Kebo, Nobita dan kawan-kawannya berjuang melawan menghalangi makhluk dari planet hijau yang ingin menghancurkan bumi.

Di film ini kita diingatkan agar selalu mencintai alam dengan menjaga keseimbangan alam. Film ini ingin menyadarkan manusia atas tindakan tak terpuji mereka pada alam, penebangan pohon secara liar tanpa menanamkannya kembali menyebabkan hutan menjadi gundul. Kalau saya perhatikan memang sepertinya manusia sudah mulai melupakan fungsi dari pohon bagi bumi dan bagi manusia sendiri, lihat saja jika di daerah kalian ada lahan atau kebun kosong dalam waktu beberapa bulan atau tahun sudah berubah menjadi rumah, toko dan lainnya.



Nah... itu beberapa yang bisa ge share.. Kalo ada yang tahu film kartun lain yang bertema cinta bumi, jangan ragu buat share ke sini juga ya... Kalau mau send filmnya juga boleh, lumayan nambah koleksi minggu pagi coy.. ^^


sumber


10 Panglima Perang Wanita Terhebat di Dunia

Hei everybody! How do you do? Hari ini lagi banyak yang pegin gw tulis, tapi lebih pengin banget share something good for women nih.. Hei para perempuan, sedang apa kalian saat ini? Sedang diam berpangku tangan menerima kodrat tanpa merubahnya menjadi lebih berkualitas atau sedang memperjuangkan kodrat dengan ketangguhan masing-masing? Hm, buat yang masih diam aja terima nasib take action dong dari sekarang, jangan kalah sama pejuang-pejuang kaum hawa kita yang terdahulu. Wajib bagi kita memperbaiki segala yang kurang bersama-sama loh.. Buat yang sedang gigih memperjuangkan nasib perempuan, tetap semangat ya! 

Btw, bicara perempuan hebat, gw mau share 10 panglima perang wanita terhebat di dunia ke kalian semua. Mau tahu? Check this out!


10. Mary E. Walker

Mary Walker adalah wanita pertama dan satu-satunya di seluruh kekuatan militer yang pernah menerima Medali Kehormatan Kongres atas tindakan dan tugas selama Perang Saudara. Meskipun ia tidak memulai di militer, Walker dikenal untuk mendorong hak-hak perempuan serta reformasi berpakaian. Sebelum Perang Saudara pecah, Walker adalah satu-satunya perempuan di kelasnya lulus dengan gelar medis dari Syracuse Medical College. Segera setelah mendapatkan gelar, perang pecah dan Walker sukarela untuk bergabung dengan Angkatan Darat sebagai petugas medis.

9. Cut Nyak Dhien
 
Wanita Aceh yang lahir pada tahun 1848 ini adalah salah satu prajurit wanita terbaik yang pernah dimiliki oleh Aceh dan Negara indonesia. Ia bersama Suaminya, Teuku Umar berjuang bersama rakyat Aceh lainya untuk mengusir kependudukan belanda dari tanah Aceh. Ia selalu gigih dalam mengumandangkan kata kebebasan bagi rakyat aceh. Bahkan di usia tuanya, ia tetap berjuang melawan Belanda walaupun hanya dengan kobaran semangatnya.

8. Opha M. Johnson
 
Mungkin Johnsonlah wanita pertama di dalam kesatuan Korps marinir Angkatan laut Amerika serikat yang ikut berperang langsung dengan tentara Jepang. di saat wanita lainya hanya mendapatkan tugas sebagai juru masak dan juru cuci marinir, ia justru mendapatkan tugas sebagai pengatur serangan laut angkatan Laut marinir Amerika serikat di Perang dunia ke 2.

7. Loretta walsh
     
Loretta adalah wanita pertama yang terdaftar dalam kesatuan Angkatan laut Amerika serikat di perang dunia ke 1. Wanita kelahiran 22 April 1896 ini adalah salah satu ahli strategi pertempuran laut yang ikut andil dalam pertempuran melawan Jerman di front Psifik, kegemilanganya dalam menerapkan strategi perang laut membuat Jerman harus kehilangan 5 kapal tempurnya.

6. Oveta Culp Hobby
 
Hobby adalah wanita pertama di dalam kesatuan angkatan darat yang mendapatkan US Army Distinguished service medal, yaitu medali kehormatan yang hanya diberikan kepada prajurit-prajurit Amerika serikat terbaik. Pada awalnya ia hanya bertugas di bagian editor, tetapi karna kegemilanganya, ia kemudian berhasil menduduki posisi penting di kemiliteran Amerika serikat, dan segera setelah ia mendapatkan medali kehormatanya di tahun 1945, ia kemudian naik pangkat menjadi kolonel.


5. Cordelia E. Cook
 
Cordelia E. Cook menjabat sebagai Korps Perawat Angkatan Darat selama Perang Dunia II dan berdiri sebagai wanita pertama yang menerima dua penghargaan atas tindakannya selama perang: Bintang Perunggu dan Purple Heart. Cook ditempatkan di Italia dan berhasil melakukan tugasnya sebagai perawat selama waktu pertempuran sulit dan kawanan tentara yang terluka dan sekarat. Ia berada di dalam pertempuran langsung ketika bertugas merawat para korban yang terluka.

4. Margaret Corbin
 
Margaret Corbin adalah wanita yang ikut bertempur langsung di Perang Revolusi Amerika. Pada awalnya ia adalah seorang wanita biasa, Tapi pernikahanya dengan John Corbin pada tahun 1772 yang seorang pejuang membuatnya harus ikut bertempur. Mereka berdua berjuang bersama ratusan orang berjuang melawan pasukan Inggris, terutama di Fort Washington di Manhattan.

3. Jamila 
 
Jamila yang mempunyai nama lengkap Djamila Bouhired ini adalah seorang pejuang bwanita yang paling terkenal di dunia. Ia adalah pejuang nasional Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa aljazair lainya, ia tergabung dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. perjuanganya melawan pendudukan Prancis di aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, Ia juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.

2. Joan of Arc
 
Boleh dikatakan bahwa Joan of Arc adalah simbol ksatria prancis, Dialah prajurit wanita yang namanya menyeruak di dunia kemiliteran dunia. Ia adalah wanita yang ikut bertempur langsung dengan Pasukan Inggris dalam rangka mendapatkan kembali tanah Prancis. Ia banyak memenagi pertempuran bersama pasukan Prancis sebelum akhirnya ia tertangkap dan dihukum mati pada bulan Juni 1456. namun ia tetaplah dianggap sebagai Wanita suci sekaligus pahlawan wanita paling berpengaruh di negara Prancis.

1. Laksamana Malahayati 
 
Malahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama aslinya adalah Keumalahayati. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.
Pada tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.
Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah tewas) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, dan mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.



Dari semua pejuang perempuan di atas, yang paling saya kagumi adalah Cut Nyak Dien dan Joan of Arc yang dikenal dengan Jeanne d'Arc di Prancis, negara asalnya. Semoga semakin banyak lagi perempuan yang mendedikasikan dirinya pada masyarakat dan negaranya. Yuk, yang perempuan, jangan lemah! Mari berjuang bersama ladies!
sumber 
             

October 22, 2011

JePRET!








Beberapa foto @Villa Bukit Mas waktu buka puasa bersama SMANTI Ang.'05, 27 Agustus 2011.

November 30, 2010

Kesetaraan: Pendidikan Berbasis Jender

Biaya pendidikan yang setiap tahunnya semakin bertambah mahal semakin membebani orangtua siswa. Akibatnya, bagi siswa dari keluarga miskin, sekolah semakin menjadi impian.

Untuk menikmati fasilitasi pendidikan "berkualitas" semakin tidak memungkinkan. Banyak anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin melanjutkan studinya di sekolah yang kualitasnya di bawah standar. Yang penting, biaya terjangkau oleh kocek pendapatan orangtua mereka.

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia disebabkan oleh arus komersialisasi pendidikan. Pendidikan menjadi komoditas yang ditawarkan kepada siswa (orangtua siswa) dengan berbagai variasi biaya.

Pendidikan berkategori "unggulan" biayanya tentu saja setinggi langit. Banyak sekolah unggulan mematok biaya pendidikan mahal. Mulai dari sumbangan pengembangan institusi yang besarnya jutaan rupiah, biaya seragam, biaya kegiatan ekstrakurikuler, hingga buku teks wajib yang seharusnya tidak menjadi beban orangtua siswa.

Dampak komersialisasi pendidikan lambat laun akan membuat diskriminasi hak memperoleh fasilitasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Padahal, menikmati pendidikan yang berbiaya murah dan berkualitas adalah merupakan bentuk perwujudan hak asasi manusia, hak sosial-ekonomi-budaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Pemerintah (negara) ini yang telah mengikrarkan diri untuk berkomitmen pada Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi upaya pencapaian pendidikan dasar bagi anak-anak usia sekolah.

Hak memperoleh fasilitasi pendidikan harus dijamin melalui subsidi negara secara berkelanjutan melalui alokasi anggaran negara yang layak.

Sayangnya, filosofi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 (UU Sisdiknas) menjadikan pendidikan bukan lagi sepenuhnya tanggung jawab negara. Negara seolah lepas tangan dalam membiayai pendidikan bagi masyarakat. Pendidikan justru dilepas sebagai "kewajiban" masyarakat untuk ikut andil dalam pembiayaan pendidikan.

Tidak mengherankan alokasi anggaran pendidikan di Indonesia yang dipatok dalam APBN masih belum memenuhi batas minimal 20 persen.

Minimnya alokasi anggaran negara untuk program pendidikan memang akan menyebabkan dampak buruk bagi komitmen memfasilitasi hak anak-anak miskin memperoleh pendidikan layak. Akan semakin banyak anak-anak usia sekolah yang tidak meneruskan sekolah.

Data riset Education Watch tahun 2006 menyebutkan bahwa kecenderungan realitas tidak meneruskan sekolah bagi anak- anak dari keluarga miskin makin meningkat persentasenya. Data anak-anak dari keluarga miskin yang jebol sekolah ketika duduk di bangku sekolah dasar meningkat menjadi 24 persen, sedangkan yang tidak melanjutkan ke bangku sekolah menengah pertama menjadi 21,7 persen. Sementara anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin yang jebol sekolah ketika memasuki bangku usia sekolah menengah mencapai 18,3 persen, dan yang tidak meneruskan ke jenjang pendidikan sekolah menengah atas dari sekolah menengah pertama mencapai 29,5 persen.

Diskriminasi

Ironisnya, kebanyakan anak- anak usia sekolah dari keluarga miskin yang gagal melanjutkan sekolah dari jenjang SD ke SMP atau dari SMP ke SMA mayoritas (72,3 persen) adalah siswa perempuan.

Anak-anak perempuan usia sekolah yang tidak meneruskan sekolah selain karena minimnya biaya pendidikan dari keluarga, juga karena masih terjerat cara pandang patriarkis orangtua.

Orangtua anak-anak perempuan usia sekolah dari keluarga miskin menganggap anak-anak perempuan mereka tidak usah melanjutkan sekolah. Lebih baik anak perempuannya langsung dinikahkan atau didorong bekerja di sektor publik sebagai pembantu rumah tangga atau buruh informal.

Kondisi demikian menjadikan anak-anak perempuan usia sekolah dari keluarga miskin menjadi kelompok sosial yang dilanggar hak sosial-ekonomi-budayanya. Mereka tidak bisa mendapatkan hak memperoleh (menikmati) pendidikan yang berkualitas dan berbiaya murah.

Andai kata pun anak-anak perempuan usia sekolah dari keluarga miskin bisa meneruskan studi sampai jenjang sekolah menengah, mereka terpuruk menjadi pekerja sektor informal berupah murah.

Membaca realitas di atas, maka sebenarnya dunia pendidikan di negeri ini telah mendiskriminasi hak-hak anak perempuan.

Pendidikan alternatif

Untuk itulah saat ini perlu bagi kalangan penggiat pendidikan alternatif untuk mengembangkan program pendidikan berbasis kesetaraan jender.

Langkah-langkahnya adalah, pertama, perlu dirumuskan reorientasi kurikulum pendidikan sekolah alternatif yang sensitif jender sehingga ada penghormatan terhadap hak-hak anak-anak perempuan.

Kedua, perlu kalangan penggiat pendidikan alternatif untuk mendesak adanya plafon subsidi anggaran pendidikan yang khusus untuk anak-anak usia sekolah dari komunitas perempuan (keluarga miskin) sehingga mereka bisa melanjutkan studi setidaknya sampai lulus jenjang sekolah menengah atas.

Ketiga, perlu diimplementasikan program perwujudan kesetaraan hak pendidikan bagi anak perempuan dalam berbagai jenjang dan jenis pendidikan.

Keempat, kesetaraan dalam mengaktualisasikan diri dalam proses dan kegiatan belajar-mengajar.

Ari Kristianawati Guru SMAN 1 Sragen, Jawa Tengah
Sumber: Kementrian PP dan PA